Koma.id | Garut – Staf Ahli Presiden Joko Purwanto melakukan peninjauan lapangan ke Pusat Pembibitan Kentang Lokal di Kampung Patrol, Wilayah Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (27/10).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pengembangan kentang varietas Chitra, yakni varietas unggulan lokal yang diproyeksikan sebagai bahan baku utama industri pengolahan makanan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS), Benediktus Tommy, Menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mendorong pengembangan industri benih kentang lokal agar mampu berdiri sendiri di rumah.
Staf Ahli Presiden Joko Purwanto mengapresiasi keberhasilan budidaya varietas Chitra yang dikembangkan oleh Tommy beserta tim teknis di lapangan.Ia mendorong agar pola pembibitan tersebut dapat mencakup berbagai wilayah potensial di Indonesia.
Komisi III Soroti Soal Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba dan Singgung Seruan Ganyang Malaysia
“Kajian ini sangat baik untuk dikembangkan agar sebarannya dapat mencakup berbagai wilayah lain. Saya antusias dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Tommy dan tim, ujar Joko di sela-sela peninjauan.
Peninjauan ini juga disertai perwakilan Kejaksaan Agung, tokoh masyarakat setempat, serta para pelaku usaha sektor kuliner.
Sementara itu, mitra kerja produsen makanan, Ismail, menekankan pentingnya pasokan benih industri lokal untuk menghentikan ketergantungan pada produk impor.Selama ini, kebutuhan kentang olahan jenis french fries di dalam negeri sebagian besar masih terpenuhi dari luar negeri.
“Selama ini french fries kita masih mengandalkan impor. Melalui pasokan benih lokal ini, pabrik kami produksi kentang goreng yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dan berharap tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat ASEAN,” Jelas Ismail.
Pengembangan benih kentang varietas Chitra di dataran tinggi Garut ini diharapkan dapat menjamin kepastian pasokan benih berkualitas bagi petani, menekan defisit impor pangan,serta memperkuat ketahanan perekonomian nasional melalui hilirisasi sektor pertanian.









