Koma.id | Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi menambah dukungan armada udara untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di wilayah Kalimantan. Langkah taktis ini dilakukan melalui pengiriman satu unit pesawat Hercules C-130 bernomor ekor A-1328 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pengiriman armada tambahan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama instansi terkait guna merangsang pembentukan awan hujan di kawasan rawan titik api.
“Pengerahan pesawat tambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam percepatan penanganan karhutla dan kabut asap,” bunyi keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI.
MAKI Adukan Seluruh Pimpinan KPK ke Dewas Gegara Dua Kali Nusron Mangkir Tak Dijemput Paksa
Pesawat Hercules C-130 A-1328 yang dikerahkan telah dilengkapi dua konsol penyemai dengan kapasitas total mencapai 5 ton. Fasilitas tersebut digunakan untuk membawa bahan semai berupa garam (NaCl) maupun es kering (dry ice ). Selain alutsista, penerbangan ini juga mengangkut tim ahli perekayasaan cuaca dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sebelum penambahan unit ini, TNI AU juga telah mendistribusikan sebanyak 9,6 ton bahan OMC yang terdiri dari 2,6 ton es kering dan 7 ton NaCl ke Banjarmasin untuk mendukung operasional penyemaian.
Dengan masuknya tambahan unit Hercules tersebut, total armada udara TNI yang disiagakan untuk mendukung OMC di Lanud Syamsudin Noor kini menjadi empat unit. Rincian alutsista yang disiagakan meliputi:
- 1 unit pesawat Hercules C-130
- 1 unit pesawat CN-295
- 2 unit pesawat Cassa N-212
Dalam skema operasional, pesawat Hercules bertugas menyokong transportasi logistik berkapasitas besar dan bahan semai, sementara pesawat Cassa N-212 bertindak sebagai eksekutor penyemaian langsung di udara.
Selain memperkuat fokus penanganan di Kalimantan, TNI juga menyiagakan kekuatan udara di wilayah Sumatera. Tiga unit armada udara ditempatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan, yang terdiri atas satu unit Hercules C-130 dan dua unit Cassa N-212.
Pengerahan alutsista secara terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran titik api (hotspot), meminimalisir pekatnya kabut asap, serta menjaga stabilitas kualitas udara di wilayah-wilayah terdampak.









