Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Berita

Anggota Parlemen Malaysia Ingatkan Prabowo Pakai Bahasa Jawa soal Kabut Asap

×

Anggota Parlemen Malaysia Ingatkan Prabowo Pakai Bahasa Jawa soal Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Be715f13

Koma.id– Anggota parlemen Dewan Rakyat Malaysia, Kalam Salan, melontarkan kritik keras terhadap persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menariknya, politikus asal daerah pemilihan Sabak Bernam, Selangor, itu menyampaikan pesannya kepada Presiden Prabowo Subianto menggunakan bahasa Jawa saat sidang pembahasan anggaran 2027, Rabu (21/10/2026).

Dikutip dari The Star, Kalam meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk memadamkan kebakaran, menghentikan praktik pembakaran, serta mencegah persoalan kabut asap lintas batas kembali berulang setiap tahun.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kepada Bapak Prabowo yang terhormat, mohon segera bertindak untuk memadamkan kebakaran, menghentikan pembakaran, dan memastikan masalah ini tidak terulang setiap tahun,” kata Kalam, dikutip.

Dalam pidatonya, Kalam menegaskan bahwa kabut asap yang melintasi perbatasan telah menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat Malaysia. Ia juga menyayangkan pernyataan seorang pejabat Indonesia yang menyebut hutan Indonesia memasok oksigen bagi Malaysia.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak semestinya dijadikan alasan untuk meremehkan persoalan pencemaran udara yang mengancam kesehatan masyarakat.

Kalam mengingatkan, dampak kabut asap tidak hanya berupa gangguan pernapasan, tenggorokan gatal, batuk, hingga kambuhnya asma. Persoalan tersebut juga dapat memaksa sekolah menghentikan kegiatan belajar, mengganggu sektor pariwisata, serta memengaruhi operasional perkebunan.

Bahkan, pekerja asal Indonesia yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan di Malaysia turut berpotensi terdampak. Gangguan aktivitas kerja dapat mengurangi pendapatan mereka, termasuk kemampuan mengirimkan uang kepada keluarga di Tanah Air.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.