Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Chanee Kalaweit Ungkap Strategi Sekat Bakar untuk Cegah Api Karhutla Meluas

×

Chanee Kalaweit Ungkap Strategi Sekat Bakar untuk Cegah Api Karhutla Meluas

Sebarkan artikel ini
Sekat Bakar
Metode sekat bakar untuk menghentikan penyebaran lahan terbakar.

KOMA.ID, JAKARTA – Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, mengungkapkan strategi sekat bakar sebagai salah satu pendekatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kobaran api sudah terlalu besar dan sulit dipadamkan secara langsung.

Menurut Chanee, dalam kondisi tertentu, upaya pemadaman secara terus-menerus justru dapat menguras tenaga tanpa memberikan hasil maksimal. Situasi tersebut kerap terjadi pada kebakaran di lahan gambut yang apinya dapat kembali menyala meskipun telah berulang kali dipadamkan.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menjelaskan, ketika petugas sudah tidak mampu mengendalikan api secara langsung, langkah yang dapat dipertimbangkan adalah membangun sekat bakar untuk membatasi penyebaran kebakaran ke kawasan hutan yang lebih luas.

“Sekarang kita bikin sekat bakar dan kita tunggu hanya di sekat bakar agar memperhatikan api tidak makan lebih banyak hutan,” ujar Chanee saat menjelaskan pengalaman penanganan kebakaran, Rabu (21/10/2026).

Ia menuturkan, pendekatan tersebut bukan berarti membiarkan kebakaran tanpa penanganan. Tujuannya adalah mencegah api menjalar ke wilayah lain ketika pemadaman langsung sudah tidak efektif, sembari mencari peluang untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Chanee menilai, strategi menghadapi karhutla harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah. Kondisi hutan gambut berbeda dengan hutan mineral, begitu pula kawasan dengan tingkat jarak pandang, angin, dan karakter lingkungan yang berbeda.

Karena itu, menurutnya, tidak semua kebakaran dapat ditangani menggunakan metode yang sama. Petugas membutuhkan strategi khusus berdasarkan kondisi lapangan agar tenaga dan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efektif.

“Dalam jangka pendek jangan lawan asap, coba matikan, cuma pastikan dia tidak meluas, baru dengan pelan-pelan dia juga akan mati sendiri,” tuturnya.

Chanee juga mengingatkan bahwa kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat kembali menyala. Dalam situasi seperti itu, pembatasan perambatan api menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum upaya pemadaman dilanjutkan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan darurat saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan karhutla yang berulang setiap musim kemarau.

Menurut Chanee, pemerintah perlu mengutamakan restorasi gambut dengan mengembalikan kondisi hidrologis dan vegetasi asli kawasan tersebut, bukan sekadar melakukan pengelolaan lahan.

Ia menilai, gambut yang dipulihkan melalui pengaturan air dan penanaman vegetasi asli hutan gambut dapat memberikan manfaat jangka panjang, termasuk mengurangi risiko kebakaran yang berulang.

Chanee berharap pendekatan penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi juga pada pencegahan, pemulihan ekosistem, dan penyusunan strategi berdasarkan karakteristik kebakaran di setiap wilayah.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.