Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Prabowo Pimpin Ratas Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih dalam Proses Pemadaman

×

Prabowo Pimpin Ratas Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih dalam Proses Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Ratas Prabowo Soal Karhutla
Ratas (Rapat Terbatas) yang digelar Presiden Prabowo Subianto soal penanggulangan bencana Karhutla.

KOMA.ID, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Merah Putih, Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memimpin rapat terbatas (Ratas) dengan sejumlah jajaran untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Teddy menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan yang kini menjadi fokus utama pemerintah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka,” kata Teddy dalam tulisannya, Senin (12/10/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut.

“Berdasarkan laporan Kepala BNPB, di 6 provinsi paling terdampak karhutla masih terdapat sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman. Saat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” jelasnya.

Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah meluasnya area terdampak.

Dalam operasi darat, penanganan karhutla didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman dilaporkan mencapai rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Selain pengerahan personel di lapangan, operasi udara menggunakan teknik water bombing juga terus dilakukan di sejumlah wilayah. Upaya ini ditujukan untuk mempercepat pemadaman, terutama di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” jelasnya.

Pemerintah memusatkan perhatian pada Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan guna memastikan penanganan karhutla berjalan lebih efektif. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, serta unsur TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian kebakaran tersebut.

“Kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026,” papar Teddy.

Lebih lanjut, Teddy Indra Wijaya pun mengabarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar upaya pemadaman dan penanggulangan bencana karhutla tersebut dapat dilakukan semaksimal mungkin, setidaknya agar area kebakaran tidak semakin melebar.

“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.