Koma.id | Jakarta – Sebanyak 12 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gangguan fasilitas eskalator di area akses menuju jalur 5 Stasiun Duri, Jakarta Barat. Pihak KAI Commuter memastikan kejadian tersebut murni merupakan gangguan teknis dan membantah isu yang beredar di media sosial mengenai eskalator ambruk.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa petugas keamanan yang berdinas di peron 5 langsung bertindak sigap begitu mengetahui adanya masalah dengan menghentikan operasional eskalator secara darurat.
Begitu kejadian diketahui, petugas di Stasiun Duri langsung merespons dan memberikan bantuan untuk membantu. Seluruh pengguna yang mengalami luka-luka dibantu ke Poskes untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal, ujar Karina dalam keterangannya, Sabtu (03/10).
Berdasarkan lembaga berwenang, korban terdampak terdiri dari 10 orang dewasa dan 2 anak-anak. Seluruhnya menderita luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan pertama di Pos Kesehatan (Poskes) Stasiun Duri.
Dari total 12 korban, lima orang di antaranya telah diizinkan melanjutkan perjalanan. Sementara itu, lima orang lainnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Duta Indah dan dua orang masih menjalani observasi lanjutan.
“Kami akan terus memastikan kondisi seluruh pengguna tersebut serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna yang terdampak dan kami akan memastikan penanganannya dilakukan dengan baik,” tutur Karina.
Sebagai langkah antisipasi dan pengamanan, KAI Commuter telah menutup area eskalator dan menghentikan pengoperasiannya untuk sementara waktu. Tim teknis terkait saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan aspek keselamatan sekaligus mengetahui penyebab pasti gangguan teknis tersebut.
KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar senantiasa mengikuti arah petugas di stasiun serta memanfaatkan akses jalur alternatif yang telah disediakan selama proses perbaikan berlangsung.









