Koma.id– Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengembangkan model pendidikan dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba, khususnya remaja dan anak muda, dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan tetapi juga mengembalikan mereka menjadi produktif.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyebut pemerintah akan merumuskan konsep tersebut dengan mengadopsi praktik baik dari sejumlah perguruan tinggi yang telah mengembangkan rehabilitasi berbasis pendidikan dan teknologi, serta melibatkan dokter RSCM dan peneliti Universitas Indonesia.
“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum, pendidikan yang ada sehingga itu akhirnya bisa betul-betul mengubah ya,” ujar Brian dalam keterangannya, dikutip Rabu (30/9/2026).
Pemerintah juga akan mempelajari praktik terbaik dari negara lain terkait pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan rehabilitasi. Konsep tersebut nantinya melibatkan perguruan tinggi, termasuk fakultas kedokteran dan psikologi, untuk memastikan proses rehabilitasi mampu membantu pengguna narkoba menyelesaikan persoalannya, pulih, dan kembali menjalani kehidupan yang produktif.
“Jadi tidak hanya sembuh tetapi juga kemudian produktif. Jadi yang kita akan susun bersama, tadi bersama-sama nanti perguruan tinggi yang memang memiliki fakultas kedokteran, fakultas psikologis yang sudah banyak terlibat dalam proses rehabilitasi para pengguna atau pecandu narkoba,” katanya.








