Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

7 Hari Pencarian Jurnalis Anak Krakatau Nihil

×

7 Hari Pencarian Jurnalis Anak Krakatau Nihil

Sebarkan artikel ini
Tim Rescue Polairud

Koma.id | Serang – Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih belum membuahkan hasil. Memasuki hari ketujuh operasi, Senin (14/09), Tim SAR Gabungan menghadapi kendala cuaca berkabut yang membatasi jarak pandang hanya sekitar satu mil laut.

Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, menyebut kondisi kabut membuat penyisiran tidak optimal.

Silakan gulirkan ke bawah

“Cuaca berkabut dengan jarak pandang sekitar satu mil laut,” ujarnya, Selasa (15/9).

Meski demikian, tim tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan kapal maupun korban, dengan mengutamakan keselamatan personel karena area pencarian masih dipengaruhi aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Hingga hari ketujuh, seluruh unsur SAR yang terlibat, termasuk RIB 02 Lampung, KN SAR Basudewa, dan Pos SAR Tanggamus, melaporkan hasil nihil. Operasi selanjutnya akan terus dikoordinasikan, dengan setiap temuan yang berpotensi menjadi petunjuk ditindaklanjuti.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa sejak hari keenam pencarian telah bergeser hingga wilayah Samudra Hindia. Pergeseran arus laut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan area pencarian berikutnya.

“Hari ke-6 dan ke-7 sebenarnya kita sudah masuk di Samudra Hindia, berdasarkan pengamatan pergeseran arus,” katanya.

Cuaca menjadi kendala berulang. Pada hari kelima, helikopter masih dapat melakukan pencarian dengan jarak pandang 1,5 kilometer di ketinggian 500 kaki. Namun, pada hari keenam, helikopter tidak bisa diterbangkan karena kabut tebal. Tim penyelam juga belum dapat diturunkan lantaran titik keberadaan kapal cepat Arupadhatu 1 belum ditemukan.

Delapan orang yang hilang terdiri atas lima jurnalis dan tiga warga:

  • M. Bagus Khoirunnas (Antara)
  • Ari Basuki (Merdeka)
  • Yudhistiro Pranoto (iNews)
  • Firman Daus (Anadolu)
  • Donal Husni (Freelance)
  • Warta (Nakhoda)
  • Surakman (ABK)
  • Heriyanto (Pemandu)

Mereka berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, Senin 7 September 2026 pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Sejak itu, kapal dilaporkan hilang kontak dan hingga kini belum ditemukan.

Al Amrad menegaskan, hasil evaluasi hari ketujuh yang masih nihil membuat Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang pencarian selama tiga hari ke depan.

“Hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujarnya.

Dengan tambahan waktu tersebut, pencarian akan kembali difokuskan pada sektor-sektor baru yang ditentukan berdasarkan arus laut dan kondisi cuaca, demi menemukan keberadaan delapan orang yang hilang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.