Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

2 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM, KPAI Soroti Potensi Disabilitas

×

2 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM, KPAI Soroti Potensi Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Makan bergizi gratis
Salah satu menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto/Istimewa)

Koma.id – Dua siswa yang menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Keduanya yakni Agnesia Paruliana br Sijabat dan FP. Keduanya dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Silakan gulirkan ke bawah

Proses rujukan dilakukan setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kondisi sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG di Karo pada Jumat (11/9/2026).

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, keputusan merujuk kedua siswa tersebut dilakukan untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif, termasuk dari sisi kesehatan mental dan psikologis.

“Ada dua orang yang dirujuk ke Jakarta, yaitu FP dan APS, untuk mendapatkan perawatan lanjutan yang tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis keduanya,” kata Bobby saat mengantarkan kedua pasien ke Bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (12/9/2026).

Rujukan tersebut dilakukan atas arahan Wakil Presiden Gibran. Pemerintah memastikan kebutuhan pengobatan para siswa yang terdampak akan ditanggung.

Gibran sebelumnya mengatakan pemerintah memberikan pilihan kepada keluarga korban untuk mendapatkan perawatan di Medan maupun dirujuk ke Jakarta.

“Kita tadi sudah memastikan ini dengan Pak Gubernur untuk semua biaya akan ditangani oleh pemerintah,” ujar Gibran saat mengunjungi korban di Karo, Jumat (11/9).

Jalani Pemeriksaan di RSCM

Sebelum dirujuk ke Jakarta, FP telah menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kementerian Kesehatan mencatat FP sebelumnya mendapat penanganan di rumah sakit swasta dan RSUD di Kabupaten Karo, kemudian menjalani perawatan di RS Haji Medan.

FP selanjutnya menjalani rawat jalan di RSUP Adam Malik Medan.

Di rumah sakit tersebut, FP telah ditangani tiga dokter spesialis sejak 31 Agustus 2026. Ketiga dokter tersebut berasal dari bidang gastrohepatologi, neurologi, dan kesehatan jiwa.

FP juga telah menjalani pemeriksaan electroencephalography (EEG) untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada fungsi saraf.

Berdasarkan pemantauan terakhir sebelum dirujuk, kondisi FP disebut stabil.

Namun, tim dokter merekomendasikan pemeriksaan lanjutan di RSCM untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatannya dan menentukan penanganan yang lebih komprehensif.

Humas RSCM Sylvia kemudian membenarkan bahwa kedua pasien telah diterima di rumah sakit tersebut.

“Kedua pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan oleh tim medis RSCM,” kata Sylvia, Minggu (13/9/2026).

KPAI Soroti Potensi Disabilitas

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menyoroti kondisi kesehatan para siswa yang diduga terdampak keracunan MBG di Kabupaten Karo.

KPAI meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap dampak jangka panjang yang mungkin dialami anak-anak korban.

Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan siswa yang mengalami gangguan pada fungsi saraf dan kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih.

KPAI menyinggung adanya potensi disabilitas apabila gangguan kesehatan yang dialami korban berdampak permanen.

Karena itu, penanganan korban dinilai tidak cukup hanya dilakukan untuk mengatasi gejala dalam jangka pendek. Pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan dalam jangka panjang juga diperlukan untuk memastikan kondisi anak setelah kejadian tersebut.

Namun, potensi disabilitas tersebut belum dapat disebut sebagai diagnosis medis terhadap kedua siswa. Pemeriksaan lanjutan di RSCM justru diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara lebih komprehensif.

Dugaan Keracunan Terjadi 13 Agustus

Dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo terjadi pada Kamis (13/8/2026).

Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Berastagi mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Para siswa mengalami sejumlah gejala dan sebagian harus mendapatkan perawatan medis.

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan juga mendapat tindakan penghentian sementara setelah kejadian tersebut.

Sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan bahkan masih menjalani pemeriksaan dan perawatan hampir satu bulan setelah kejadian.

Kondisi Agnesia menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena sebelumnya harus beberapa kali menjalani perawatan medis. Pihak keluarga juga menyampaikan adanya gangguan kesehatan yang belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah kemudian memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing.

Kemenkes menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dan dapat kembali pulih serta beraktivitas seperti biasa.

Rujukan Agnesia dan FP ke RSCM menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan lanjutan, sekaligus memastikan dampak kesehatan maupun psikologis yang dialami keduanya dapat ditangani secara menyeluruh.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.