Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Hari Ke-7, SAR Sisir 6.649 NM² Cari 5 Jurnalis, 2 Kru Kapal dan 1 Guide Hilang di Selat Sunda

×

Hari Ke-7, SAR Sisir 6.649 NM² Cari 5 Jurnalis, 2 Kru Kapal dan 1 Guide Hilang di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Basarnas Al Amrad
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad. (Foto / Istimewa)

Koma.id Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap 5 Jurnalis, 2 Kru Kapal dan 1 Guide yang hilang kontak saat dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (14/9/2026).

Memasuki hari ketujuh operasi pencarian, Tim SAR gabungan memperluas dan mengoptimalkan penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda dengan total area pencarian mencapai 6.649 nautical mile persegi (NM²).

Silakan gulirkan ke bawah

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, seluruh sumber daya yang tersedia kembali dikerahkan untuk menemukan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang,” kata Amrad dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Dalam operasi hari ketujuh, wilayah pencarian dibagi menjadi tujuh sektor.

Penyisiran melalui jalur laut dilakukan dengan mengerahkan sejumlah kapal SAR dan unsur terkait.

Armada yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal patroli lainnya.

Selain jalur laut, pencarian juga didukung unsur udara.

Tim SAR mengerahkan helikopter HR 3604 dan dua unit drone thermal Basarnas untuk membantu melakukan pemantauan dari udara dan menemukan kemungkinan jejak keberadaan korban.

Operasi juga mendapat dukungan sarana dan prasarana dari unsur TNI dan Polri.

Amrad mengatakan pembagian wilayah menjadi beberapa sektor dilakukan agar proses pencarian dapat dilakukan secara terkoordinasi dan mencakup wilayah yang lebih luas.

“Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” ujarnya.

Utamakan Keselamatan Personel

Dalam pelaksanaan pencarian hari ketujuh, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan Tim SAR.

Amrad mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan personel selama melakukan penyisiran.

Menurutnya, kondisi di lapangan dapat berubah sehingga setiap langkah pencarian harus mempertimbangkan faktor keselamatan.

“Kami mengimbau seluruh unsur SAR gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan pencarian,” kata Amrad.

Dia juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut dapat segera membuahkan hasil.

“Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” ujarnya.

Lima Jurnalis dan Tiga Kru Hilang

Delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Mereka sebelumnya melakukan perjalanan menggunakan speedboat Arupadhatu 1 menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.

Tiga kru kapal yang berada dalam rombongan tersebut yakni Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Sementara lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni M. Bagus Khoirunnas, wartawan Antara; Arie Basuki, wartawan Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, wartawan iNews; Firdaus Wajidi, wartawan Anadolu; serta Donal Husni yang merupakan wartawan freelance.

Hingga hari ketujuh pencarian, keberadaan delapan orang tersebut belum diketahui.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dengan mengerahkan unsur laut, udara, dan darat di sejumlah sektor perairan Selat Sunda.

Operasi pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca, hasil penyisiran, serta perkembangan informasi di lapangan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.