Koma.id | Jakarta – Gempa bumi magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/09) pukul 04.23 WIB. Guncangan gempa dirasakan hingga sejumlah daerah di Jawa Barat, Banten, dan Sumatera, serta berdampak pada operasional KRL Commuter Line yang sempat dihentikan sementara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 5,81° LS dan 106,56° BT, sekitar enam kilometer tenggara Kepulauan Seribu, dengan kedalaman 376 kilometer. BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berdasarkan laporan masyarakat dan peta tingkat guncangan, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Intensitas III MMI dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, dan Cilacap. Sementara II–III MMI dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Malang, Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.
PT KAI Commuter Line melalui akun resminya mengumumkan penghentian sementara perjalanan KRL untuk keperluan pengecekan jalur.
“Perjalanan Commuter Line diberhentikan sementara waktu guna pengecekan jalur terlebih dahulu secara menyeluruh,” tulis KAI Commuter.
Setelah pemeriksaan selesai, perjalanan KRL kembali beroperasi normal. Lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, dan Tanjung Priok kembali berjalan pada pukul 05.26 WIB, sementara lintas Tangerang kembali normal pukul 05.45 WIB. KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan mengimbau pengguna mengikuti arahan petugas.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa ini merupakan jenis gempa dalam akibat aktivitas intraslab.
“Gempa tidak berpotensi tsunami,” tegasnya. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.









