Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaPolitik

Pemilu Masih Lama, AHY Mulai Beri Sinyal Pasang Kuda-Kuda Menuju Pilpres 2029?

×

Pemilu Masih Lama, AHY Mulai Beri Sinyal Pasang Kuda-Kuda Menuju Pilpres 2029?

Sebarkan artikel ini
Pemilu Masih Lama, AHY Mulai Beri Sinyal Pasang Kuda-Kuda Menuju Pilpres 2029?
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto/Istimewa)

Koma.id Gestur politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026), memunculkan spekulasi mengenai arah politiknya menuju Pilpres 2029.

Partai Gerindra dan Partai Golkar pun memberikan respons berbeda terhadap sinyal politik yang dinilai muncul dari pidato AHY tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai pembicaraan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu dini. Menurutnya, seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik yang berada di dalam pemerintahan, seharusnya lebih dulu menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

Gerindra meminta seluruh kekuatan politik tetap menjalankan mandat rakyat, baik melalui lembaga legislatif maupun eksekutif, ketimbang terlalu dini memikirkan kontestasi elektoral.

“Ya, saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama, kan gitu,” ujar Sugiat Santoso, Juru Bicara Partai Gerindra.

Ia juga menegaskan bahwa internal Partai Gerindra sejauh ini tidak pernah menggelar pembahasan mengenai kontestasi pemilu yang akan datang. Ia juga memastikan belum ada pembahasan di internal Gerindra mengenai Pilpres 2029. Partai besutan Prabowo Subianto itu disebut masih memprioritaskan pengawalan terhadap program-program strategis pemerintah.

“Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” kata Sugiat Santoso, Juru Bicara Partai Gerindra.

Berbeda dengan Gerindra, Partai Golkar justru menangkap adanya sinyal politik dari penampilan AHY. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyatakan tidak mempermasalahkan substansi pidato AHY, khususnya mengenai demokrasi dan tanggung jawab negara.

“Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara,” ungkap Doli.

Namun, Doli menilai cara AHY menyampaikan pidato, termasuk gestur dan posisi politiknya, memberikan kesan berbeda. Ia membaca adanya sinyal bahwa AHY mulai membuka diri untuk menjadi salah satu kandidat dalam Pilpres 2029.

Doli mengingatkan, AHY saat ini masih menjadi bagian dari pemerintahan. Karena itu, menurutnya, seluruh pihak yang berada dalam pemerintahan semestinya bersama-sama menghadapi persoalan masyarakat.

Ia menilai munculnya sinyal politik dari AHY menunjukkan bahwa dinamika menuju Pilpres 2029 mulai terasa, meski pesta demokrasi tersebut masih beberapa tahun lagi.

Doli bahkan membandingkan sinyal politik AHY dengan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang sebelumnya dinilai telah menunjukkan kesiapan dari poros politik Solo.

“Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu ‘poros politik’ (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi ‘poros politik’ (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada ‘satu kapal’ di dalam pemerintahan,” kata Doli.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.