Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Alarm Darurat, Bantargebang Terancam Tak Lagi Mampu Tampung Sampah Jakarta

×

Alarm Darurat, Bantargebang Terancam Tak Lagi Mampu Tampung Sampah Jakarta

Sebarkan artikel ini
Tpst Bantargebang
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Foto / Istimewa)

Koma.id | Jakarta – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST Bantargebang) di Kota Bekasi kini berada di titik kritis. Setiap hari, fasilitas ini menerima sekitar 7.500–9.000 ton sampah dari Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menyebut kondisi tersebut sebagai darurat sampah.

“Kalau disebut darurat sampah iya ya, indikatornya jelas,” ujarnya.

Silakan gulirkan ke bawah

Potret Krisis

Bantargebang belum kolaps total berkat sejumlah intervensi teknis:

  • Pabrik RDF: Mengolah 1.000–2.000 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif untuk pabrik semen.
  • PLTSa Merah Putih: Pilot project pembangkit listrik tenaga sampah dengan kapasitas terbatas sekitar 100 ton/hari.
  • Penataan zona & penambangan TPA: Pengerukan sampah lama untuk stabilisasi dan daur ulang.

Menurut Dinas Lingkungan Hidup, Jakarta tidak bisa lagi mengandalkan pola lama kumpul–angkut–buang. Kunci penyelesaian ada pada:

  • Fasilitas pengolahan di dalam kota: Optimalisasi RDF Plant di Rorotan dan pembangunan ITF (Intermediate Treatment Facility) agar volume sampah ke Bantargebang berkurang drastis.
  • Penegakan regulasi di sumber: Kewajiban pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, kawasan niaga, dan apartemen, serta pembatasan plastik sekali pakai.
Jangan lupa temukan juga kami di Google News.