Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahKesehatan

Ratusan Ayam Mati Akibat Asap Karhutla di Sanggau

×

Ratusan Ayam Mati Akibat Asap Karhutla di Sanggau

Sebarkan artikel ini
Ayam Mati Mendadak

Koma.id | Sanggau – Ratusan ekor ayam milik seorang peternak di Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dilaporkan mati mendadak akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air minum.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sanggau, Ambius Anton, menyebut jumlah kematian mencapai 251 ekor dari total populasi sekitar 5.000 ekor ayam.

Silakan gulirkan ke bawah

“Peternakan tersebut berada di dekat lokasi titik api. Selain asap, persoalan ketersediaan air minum juga menjadi faktor signifikan yang mengganggu kondisi ternak,” ujarnya, Jumat (04/09).

Ambius menjelaskan, banyak peternak di sejumlah kecamatan di Sanggau mengeluhkan sulitnya mendapatkan air karena debit sungai maupun sumur terus berkurang, bahkan ada yang kering. Kondisi ini dikhawatirkan menurunkan produksi ayam di daerah tersebut.

“Kalau sumber air minum ternak tidak ada, otomatis peternak tidak bisa memasukkan bibit ayam baru. Dampaknya bisa memicu berkurangnya pasokan daging ayam di pasaran dan berpotensi menaikkan harga,” jelasnya.

Disbunnak Sanggau saat ini melakukan pendataan terhadap peternak terdampak karhutla dan kemarau. Data tersebut akan dijadikan dasar pengusulan bantuan ke pemerintah pusat, termasuk penyediaan sumber air bagi peternakan.

“Langkah konkret kita sedang mendata, lalu nanti kita usulkan ke kementerian terkait. Saya juga sudah melaporkan secara lisan kepada Pak Bupati agar segera dibuat usulan ke pemerintah pusat,” kata Ambius.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, karhutla di wilayah tersebut meningkat pada Agustus 2026 dengan 559 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 3.131 hektare. Pemprov telah menetapkan status siaga darurat karhutla, sementara Polda Kaltim menangani 34 perkara dan menetapkan sembilan orang sebagai tersangka.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.