Koma.id | Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah melakukan verifikasi ulang terhadap jutaan data antrean calon jemaah haji nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data dan memangkas waktu tunggu keberangkatan yang selama ini dinilai terlalu panjang.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut sekitar 400.000 data calon jemaah terindikasi tidak valid dan berpotensi dihapus dari sistem.

“Antrean ini kita udah sisir, tapi belum selesai. Banyak temuan-temuan, data-data yang harus kita verifikasi lagi ke Dinas Dukcapil untuk memastikan bahwa orang ini benar ada nggak. Karena dicari-cari itu nggak ada,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (01/09).
Kemenhaj bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon jemaah. Proses ini diharapkan dapat menghapus data fiktif dan mempercepat antrean keberangkatan.
Jika seluruh data tidak valid dihapus, antrean haji nasional berpotensi berkurang signifikan.
“Tahun ini saja kemungkinan yang berangkat adalah mereka yang mendaftar tahun 2014, 2015, 2016. Artinya hanya 15 tahun. Sehingga kemungkinan itu akan bisa menjadi standar kita nanti,” kata Irfan.
Selain mempercepat waktu tunggu, verifikasi ulang juga berpotensi mengungkap dana setoran awal yang mengendap dari data tidak valid. Berdasarkan estimasi awal, nilai akumulasi dana tersebut bisa mencapai sekitar Rp10 triliun.
Kemenhaj sebelumnya telah meminta persetujuan Komisi VIII DPR RI agar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melakukan transfer uang muka sekitar Rp4 triliun untuk mengamankan kontrak layanan haji 2027. Dana tersebut digunakan untuk pembayaran awal layanan dasar seperti tenda di Arafah-Muzdalifah-Mina, akomodasi di Makkah dan Madinah, katering, transportasi, serta visa.
Calon jemaah yang telah memiliki nomor porsi dapat memantau perubahan estimasi keberangkatan melalui situs resmi Kemenhaj. Langkahnya:
- Akses laman resmi Kemenhaj.
- Masukkan 10 digit nomor porsi haji.
- Isi kode verifikasi captcha.
- Klik “Cek Estimasi” untuk melihat pembaruan jadwal keberangkatan.









