Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Tubuh Polri

×

Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Tubuh Polri

Sebarkan artikel ini
Kapolri Rombak Sejumlah Jabatan Strategis di Tubuh Polri
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi Polri. Perombakan tersebut menyasar sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kepolisian daerah.

Rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026 dan ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri.

Silakan gulirkan ke bawah

Sejumlah jabatan strategis mengalami perubahan, mulai dari Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops), Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), Koorsahli Kapolri hingga beberapa posisi Kapolda.

Pada posisi Astamaops, terjadi pergantian pejabat seiring Komjen Pol Muhammad Fadil Imran memasuki masa pensiun. Jabatan tersebut selanjutnya diisi oleh Irjen Pol Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara.

Pergantian juga terjadi pada posisi As SDM Polri. Irjen Pol Jawari ditunjuk mengisi jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol Anwar yang memasuki masa pensiun.

Sementara posisi Koorsahli Kapolri akan ditempati Irjen Pol Ruslan Ependi.

Sejumlah Kapolda Turut Berganti

Perombakan tidak hanya terjadi di lingkungan Mabes Polri. Sejumlah jabatan kepala kepolisian daerah juga mengalami pergantian.

Brigjen Pol Yudho Hermanto ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Utara menggantikan Roycke yang mendapat tugas baru di Mabes Polri.

Sementara Brigjen Pol Hengki Haryadi dipercaya menjabat Kapolda Papua Barat Daya menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyegaran organisasi yang dilakukan terhadap sejumlah posisi penting di tubuh Polri.

Polri: Bagian dari Dinamika Organisasi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir membenarkan adanya rotasi dan mutasi tersebut.

Menurut Johnny, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel,” kata Johnny dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Ia mengatakan penempatan personel pada jabatan baru telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi masing-masing personel serta tantangan tugas yang dihadapi.

“Penempatan personel pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujarnya.

Menurutnya, penyegaran melalui mutasi dan rotasi diperlukan untuk menjaga efektivitas organisasi serta memastikan pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan optimal.

Penyegaran Lini Pusat hingga Daerah

Rangkaian pergantian ini memperlihatkan adanya penataan pada sejumlah lini penting Polri secara bersamaan.

Di tingkat pusat, perubahan menyentuh jabatan yang berkaitan dengan operasi kepolisian, pengelolaan sumber daya manusia, serta fungsi pembinaan dan pemberian pertimbangan strategis kepada Kapolri.

Sementara di tingkat kewilayahan, pergantian Kapolda dilakukan untuk memperbarui kepemimpinan di sejumlah daerah.

Dengan rotasi tersebut, Polri melakukan penyegaran terhadap struktur kepemimpinan sekaligus menempatkan sejumlah perwira pada jabatan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan organisasi dan tantangan tugas masing-masing.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.