Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai kesempatan memperkuat solidaritas dan aksi kemanusiaan.
Menurut Fernando, di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana, energi publik sebaiknya juga diarahkan untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan secara langsung.
“Indonesia sedang berduka. Ada saudara-saudara kita di NTT yang membutuhkan bantuan nyata. Karena itu, energi kita jangan hanya berhenti pada suara dan perdebatan, tetapi mari kita ubah menjadi gerakan kemanusiaan,” ujar Fernando Emas, hari ini.
Fernando menilai kritik dan aspirasi tetap merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurut dia, masyarakat juga memiliki ruang yang sangat besar untuk menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata.
“Kalau ingin turun ke lapangan, mari turun untuk membantu. Galang bantuan, kumpulkan logistik, menjadi relawan, dan ikut memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, aksi kemanusiaan tidak berarti menghilangkan sikap kritis terhadap pemerintah. Justru masyarakat dapat membantu sekaligus mengawal proses penanganan bencana agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kita bisa tetap kritis, tetapi pada saat yang sama kita juga hadir membantu. Dari kepedulian menjadi tindakan, dari suara menjadi kontribusi,” ujar Fernando.
Fernando berharap semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi bencana.
“Saat Indonesia sedang berduka, mari kita hadir untuk saudara-saudara kita. Pray for NTT. Bantu mereka, dampingi mereka, dan kawal penanganan bencananya,” pungkasnya.










