Koma.id– Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi sasaran cibiran warganet setelah pernyataannya dalam dua perkara berbeda dinilai tidak konsisten.
Saat masih menyinggung kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Hotman sempat melontarkan sindiran agar klien tidak “pelit” membayar pengacara.
“Kedua yang mungkin akan menyesal, makanya lain kali jangan pelit-pelit sama pengacara, pengacara mahal, pengacara berbobot itu mahal ya,” ujar Hotman dikutip dari akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Senin (18/5).
Namun, ketika menerima kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU, Hotman justru menyampaikan narasi yang berbeda. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengharapkan bayaran karena sudah kaya raya dan uang bukan alasan dirinya turun tangan.
Perbedaan pernyataan itu langsung memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang menilai ucapan Hotman terkesan bertolak belakang.
Sebagian netizen mempertanyakan, jika memang uang bukan motivasi karena sudah kaya raya, mengapa dalam kasus Nadiem justru muncul sindiran soal klien yang disebut “pelit”. Sebaliknya, jika honor bukan persoalan utama, mengapa aspek tersebut sampai diungkap ke ruang publik saat mengomentari mantan kliennya.
Komentar bernada satir pun bermunculan di media sosial. Ada yang menyebut pernyataan Hotman berubah mengikuti siapa klien yang sedang didampingi, sementara yang lain menilai alasan yang disampaikan dalam dua kasus tersebut sulit dipadukan.







