Koma.id | Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi utang pemerintah masih aman meski jumlahnya mendekati Rp 10.000 triliun. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kritik DPR yang menyoroti lonjakan utang negara.
Purbaya menjelaskan rasio utang Indonesia saat ini berada di kisaran 40,54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut, menurutnya, masih jauh di bawah ambang batas 60 persen yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara.
“Utang kita masih aman, dikelola dengan strategi yang hati-hati,” ujarnya. Selasa (14/07).
Ia memaparkan empat strategi utama pengelolaan utang, yakni memperpanjang tenor pinjaman, menjaga biaya bunga tetap rendah, memperluas basis investor, serta meningkatkan efisiensi pembiayaan. Dengan strategi tersebut, pemerintah diyakini mampu menjaga keberlanjutan fiskal di tengah tekanan global.
Meski demikian, sejumlah anggota DPR tetap melayangkan kritik. Mereka menilai tren kenaikan utang yang terus membengkak dapat menimbulkan beban besar jika tidak diimbangi dengan manfaat nyata bagi masyarakat. DPR juga menuntut transparansi lebih lanjut terkait penggunaan utang negara.
Purbaya menegaskan bahwa utang digunakan untuk mendukung pembangunan, termasuk infrastruktur dan program prioritas pemerintah. Ia menambahkan, pengelolaan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar tidak membebani generasi mendatang.








