Koma.id | Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski anggaran Rp675 miliar belum cair. Kebijakan ini ditegaskan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, di tengah sorotan publik terhadap keberlanjutan program prioritas pemerintah.
Kepala BPOM Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D menyatakan bahwa lembaganya tetap mengawal distribusi dan kualitas pangan dalam program MBG.
“Meski dana pengawasan belum cair, BPOM tetap menjalankan tugas sesuai mandat untuk menjamin keamanan pangan bagi anak sekolah,” ujarnya, Senin (13/07).
Program MBG merupakan salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah. BPOM menegaskan bahwa keterlambatan pencairan anggaran tidak akan menghambat pengawasan, karena lembaga telah menyiapkan mekanisme internal untuk memastikan program berjalan sesuai standar.
Dana pengawasan sebesar Rp675 miliar masih menunggu proses pencairan dari Kementerian Keuangan. Namun, BPOM menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan agar pengawasan berjalan efektif.
Kejagung Bantah Isu Febrie Adriansyah Umrah
Signifikansi
- Komitmen BPOM: Menunjukkan keseriusan lembaga dalam menjaga kualitas program prioritas nasional.
- Keterlambatan anggaran: Menjadi sorotan publik karena menyangkut keberlangsungan program gizi anak sekolah.
- Dampak langsung: Pengawasan tetap berjalan, sehingga distribusi makanan bergizi di sekolah tidak terganggu.








