Koma.id | Jakarta – Rumor pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 90 persen karyawan Tokopedia ramai beredar di media sosial. Unggahan tersebut memicu spekulasi bahwa TikTok, sebagai pemegang saham mayoritas Tokopedia, tengah melakukan PHK besar-besaran di Indonesia.
Namun hingga kini, perusahaan belum mengonfirmasi klaim jumlah karyawan yang terdampak. TikTok Indonesia hanya menyebut sedang melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D).
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ujar juru bicara TikTok.
Bareskrim Turunkan Tim Taktis ke Katingan Buru Pelaku Penyerangan Polisi dan Cari Dua Anggota Hilang
Perusahaan mengakui langkah ini bukan keputusan mudah. “Kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” lanjutnya.
Meski melakukan restrukturisasi, TikTok menegaskan tetap berkomitmen mengembangkan Tokopedia sebagai salah satu platform e-commerce utama di Indonesia. Perusahaan menyatakan akan terus berinvestasi untuk meningkatkan layanan, pengalaman pengguna, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” ungkap perusahaan.
Isu PHK muncul setelah akun media sosial yang membahas industri e-commerce mengunggah informasi bahwa induk usaha TikTok, ByteDance, melakukan PHK terhadap sebagian besar pegawai Tokopedia. Klaim menyebut jumlahnya mencapai 90 persen.
Tokopedia sendiri resmi bergabung dengan TikTok Shop pada awal 2024 setelah ByteDance mengakuisisi sekitar 75 persen saham Tokopedia. Sejak saat itu, perusahaan menjalankan proses integrasi berbagai fungsi bisnis dan operasional.
Hingga berita ini diturunkan, TikTok belum memberikan rincian mengenai jumlah karyawan yang terdampak maupun unit kerja selain tim R&D yang mengalami restrukturisasi. Perusahaan menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan proses transisi berjalan baik sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dan ekosistem digital Tokopedia.








