Koma.id | Kediri – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang layak masuk bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU.
Dalam rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Gus Ipul menegaskan bahwa sejumlah nama mulai dibicarakan publik. Salah satu indikator kelayakan Nasaruddin Umar adalah rekam jejaknya sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum KH Sahal Mahfudh.
“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” ujar Gus Ipul. Ia merujuk pada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siradj, dan KH Yahya Cholil Staquf.
Meski demikian, Gus Ipul menekankan bahwa penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi. Ia juga memastikan tidak akan maju maupun bersedia dicalonkan dalam pemilihan mendatang.
Selain Katib Aam, Gus Ipul menyebut jabatan Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua PWNU Jawa Timur sebagai posisi strategis yang kerap melahirkan tokoh sentral. KH Idham Chalid, misalnya, pernah menjabat Sekjen PBNU sebelum menjadi Ketua Umum. Sementara KH Hasyim Muzadi menapaki kepemimpinan nasional NU setelah memimpin PWNU Jawa Timur.
“Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang,” kata Gus Ipul.
Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim, Mustainn, menyatakan kesiapan teknis pelaksanaan acara di Ploso sudah mencapai hampir 100 persen.
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap Munas dan Konbes NU menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai nilai-nilai pendiri NU. Forum ini juga disebut sebagai sarana konsolidasi menjelang Muktamar Abad Kedua NU.







