Koma.id | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 2.245 warga di Jawa Barat dan Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Sebanyak 296 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa kesulitan memperoleh air bersih. BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih dan memastikan distribusi dilakukan secara berkelanjutan.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. BNPB mencatat tiga desa di Kecamatan Kemalang terdampak, yakni Kendalsari, Tegalmulyo, dan Tlogowatu. Sebanyak 393 KK atau 1.445 jiwa mengalami keterbatasan akses air bersih. BPBD Klaten berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyalurkan bantuan.
Selain kekeringan, BNPB juga melaporkan bencana hidrometeorologi lain dalam periode 15–16 Juni 2026. Di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, banjir berdampak pada 44 KK atau 278 jiwa, dengan 36 orang di antaranya mengungsi. Kondisi banjir mulai berangsur surut setelah penanganan dilakukan BPBD setempat.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (11/06). Api yang dipicu cuaca panas dan vegetasi kering berhasil dikendalikan tim gabungan setelah membakar sekitar 19 hektare lahan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Warga di daerah rawan kekeringan diminta menggunakan air secara bijak, sementara masyarakat di kawasan rawan banjir dan karhutla diingatkan untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta mengikuti arahan BPBD.








