Koma.id | Surabaya – Kabar duka kembali datang dari Debarkasi Surabaya. Dua jemaah haji asal Kota Malang dari Kloter 12 meninggal dunia saat perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia, Kamis (04/06).
Seorang jemaah laki-laki berusia 30 tahun meninggal dunia di dalam pesawat 30 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Ia ditemukan lemas di toilet pesawat dan sempat mendapat pertolongan medis, namun dinyatakan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Haji Jatim menggunakan ambulans.
Kasus Silmy Karim, KPK Ungkap Rekening Office Boy hingga Keluarga Dipakai Tampung Uang Pemerasan
Sekitar 1,5 jam kemudian, seorang jemaah perempuan berusia 58 tahun juga wafat di dalam bus saat perjalanan dari Bandara Juanda menuju Asrama Haji Sukolilo.
“Satu jemaah meninggal dunia di dalam pesawat, sedangkan satu lainnya wafat di dalam bus dalam perjalanan dari bandara ke Asrama Haji Surabaya,” kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, Jumat (05/06).
Rosidi menyebut hingga hari keempat proses debarkasi, total ada 49 jemaah haji Embarkasi Surabaya meninggal dunia. Sebanyak 47 orang wafat di Arab Saudi, sementara dua orang meninggal saat perjalanan pulang.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, As’adul Anam, menambahkan hingga Jumat (05/06), sebanyak 5.684 jemaah dari 15 kloter pertama sudah tiba di Tanah Air.
“Alhamdulillah, operasional debarkasi hingga Kloter 15 berjalan lancar. Seluruh petugas berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman, nyaman,” ujarnya.
Anam menegaskan, wafatnya dua jemaah dari Kloter 12 diduga akibat faktor kelelahan setelah menunaikan rangkaian ibadah haji.
“Meskipun sudah ditolong, kondisi kesehatan mereka tidak tertolong,” katanya.
Selain itu, terdapat tiga jemaah haji Debarkasi Surabaya yang kepulangannya ditunda karena masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Mereka berasal dari Probolinggo dan Malang, dengan kondisi medis kanker, sesak napas, serta perawatan intensif di RS Jeddah dan RS King Faisal.








