Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamananNasionalPolitik

Islah Bahrawi Mengaku Diintimidasi OTK, Rumah Diintai hingga Dibuntuti

Views
×

Islah Bahrawi Mengaku Diintimidasi OTK, Rumah Diintai hingga Dibuntuti

Sebarkan artikel ini
Islah Bahrawi Mengaku Diintimidasi Otk

Koma.id | Jakarta – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengaku dirinya dan keluarga mengalami dugaan intimidasi oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) sejak pertengahan Mei 2026 hingga awal Juni. Islah menyebut aksi pengintaian berlangsung di sekitar kediamannya, bahkan berlanjut dengan pembuntutan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Peristiwa itu pertama kali diketahui pada 21 Mei, sepulang Islah dari acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Sejumlah tetangga melaporkan adanya OTK yang memantau rumahnya sejak 18-19 Mei. Mereka disebut melakukan pemotretan, perekaman video, hingga hampir melompati pagar.

Silakan gulirkan ke bawah

“Mereka melakukan profiling dan mapping lewat tetangga-tetangga, itu cara yang lazim biasanya,” ujar Islah dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (05/06).

Islah menunjukkan bukti foto dan video aktivitas pemantauan tersebut. Ia juga mengaku dibuntuti mobil Toyota Avanza saat menjemput anaknya di bandara pada 21 Mei. Pembuntutan berlanjut hingga kawasan PIK 2 dan tol menuju rumahnya.

“Keponakan saya merekam mobil itu dengan kamera depan handphone, seolah-olah selfie,” ungkapnya.

Pengintaian disebut tidak berhenti. Anak Islah yang bekerja di Jakarta juga mengaku dibuntuti mobil Honda Brio. Pada 22-24 Mei, Islah melibatkan warga, RT, dan RW untuk patroli. Dari hasil pengawasan, warga berhasil mendokumentasikan wajah sejumlah OTK.

“Kurang lebih ada 7 sampai 9 orang berbeda, dengan empat motor dan dua mobil,” kata Islah.

Pada 21 Mei malam, warga sempat merekam jelas wajah salah satu OTK yang panik saat melarikan diri. Islah menduga sebagian dari mereka berasal dari institusi militer.

“Kemungkinan besar dari enam wajah yang kita kumpulkan, ini orang-orang dari militer,” ujarnya.

Karena merasa situasi semakin tidak aman, Islah memindahkan keluarganya ke safe house pada 24 Mei. Namun, ia menegaskan aktivitas pengintaian masih terjadi hingga Kamis (04/06) malam.

“Tadi malam saya pulang dari tempatnya Pak Mahfud di MMD Initiative, saya dikuntit juga pakai motor bergantian,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.