Koma.id | Bogor – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Langkah ini dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut percepatan proyek menjadi kabar baik bagi pengguna transportasi publik.
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, Ratusan Warga Panik Selamatkan Barang Dagangan
“Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line,” ujarnya, Senin (1/6).
Polsek Pondok Gede Gelar Patroli Cipkon dan Ngopi Bareng, Warga Didorong Aktif Hidupkan Siskamling
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa volume pelanggan Bogor Line terus meningkat. Pada 2022 tercatat 102 juta pelanggan, naik menjadi 133 juta pada 2023, 145 juta pada 2024, dan 155 juta pada 2025. Hingga April 2026, jumlah pelanggan sudah mencapai 51,8 juta.
Dalam tiga tahun terakhir, Bogor Line tumbuh sekitar 51,9 persen atau bertambah 52,9 juta pelanggan. Tingginya aktivitas ini menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan operasional paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek, dengan 392 perjalanan setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan.
Pengembangan Stasiun Bogor juga memperkuat konektivitas dengan Stasiun Bogor Paledang melalui skybridge. Fasilitas ini memudahkan perpindahan penumpang dari Commuter Line menuju KA Pangrango yang melayani rute Bogor–Sukabumi. Jumlah pelanggan KA Pangrango meningkat dari 786 ribu pada 2023 menjadi 1,1 juta pada 2025, dan 281 ribu pada triwulan pertama 2026.
Pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Dengan perpanjangan peron ini, Stasiun Bogor dipersiapkan untuk mendukung operasional rangkaian SF12 sehingga distribusi penumpang lebih optimal, terutama pada jam sibuk.
Anne menegaskan, Bogor Line merupakan koridor dengan volume pelanggan terbesar di Jabodetabek.
“Peningkatan kapasitas dan kualitas layanan akan terus kami lakukan secara bertahap. Pengembangan Stasiun Bogor, penguatan konektivitas melalui Bogor Paledang, serta integrasi antarmoda menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat,” katanya.








