Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Berita

Jokowi Kembali Blusukan, Wajar Karena Sosok Pemimpin Sederhana yang Tetap Dekat dengan Rakyat

Views
×

Jokowi Kembali Blusukan, Wajar Karena Sosok Pemimpin Sederhana yang Tetap Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Img 20260527 Wa0012

Koma.id Kesederhanaan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali menjadi sorotan publik menjelang agenda blusukan pada Juni 2026. Di tengah citra pejabat yang identik dengan kemewahan dan protokoler ketat, sosok Jokowi dinilai tetap mempertahankan gaya hidup sederhana yang sudah melekat sejak awal karier politiknya.

Dalam catatan yang ditulis KP Norman Hadinegoro, SE, MM, Jokowi disebut sebagai figur pemimpin yang tetap membumi meski pernah menduduki jabatan tertinggi di Indonesia. Penampilan sederhana, cara berbicara apa adanya, hingga kebiasaannya berbaur dengan masyarakat disebut menjadi ciri khas yang sulit ditemukan pada banyak pejabat saat ini.

Silakan gulirkan ke bawah

“Mencari sosok pemimpin yang sederhana dan hidup bersahaja di negeri kita kalau tidak berlebihan bisa diibaratkan mencari jarum dalam tumpukkan jerami,” tulis Norman dalam catatannya.

Menurutnya, Jokowi tidak banyak berubah sejak sebelum menjadi pejabat hingga dikenal dunia internasional sebagai Presiden RI. Ia tetap tampil sederhana dengan kemeja putih, celana hitam, atau batik tanpa kesan berlebihan. Bahkan gaya bicara Jokowi disebut masih sangat khas dan tidak dibuat-buat demi menjaga citra.

“Jokowi yang selalu mengaku orang ndeso itu tak banyak berubah. Sebelum jadi pejabat dan setelah punya jabatan jadi orang nomor satu di Indonesia dikenal mancanegara, santai dalam kesederhanaannya,” tulisnya lagi.

Kesederhanaan itu juga terlihat dari kebiasaan Jokowi saat berada di tengah masyarakat. Ia disebut tidak canggung makan pisang rebus, kacang rebus, hingga minum kopi di warung warga tanpa protokol berlebihan. Hal tersebut dianggap sebagai bentuk kedekatan nyata dengan rakyat.

“Jokowi, makan pun tidak ragu dengan pisang atau kacang rebus. Minum kopi di warung warga pun dilakoninya dengan tidak risih dan dibuat-buat,” bunyi kutipan dalam catatan tersebut.

Tidak hanya itu, Jokowi juga dinilai sebagai pemimpin yang tidak ingin diistimewakan. Sosoknya disebut lebih memilih membaur langsung dengan masyarakat lewat kegiatan blusukan yang selama ini menjadi ciri khas kepemimpinannya.

“Tidak berlebih bila Jokowi dianggap pemimpin yang membumi di seluruh mancanegara. Mau membaur dan turun menemui warga dengan blusukan tanpa pengawalan khusus,” tulis Norman.

Catatan tersebut juga menyinggung kondisi masyarakat modern yang dinilai mulai menjauh dari gaya hidup sederhana. Di tengah tren penampilan glamor dan gaya hidup ala selebriti, kesederhanaan justru dianggap ketinggalan zaman.

“Kita saja yang bukan pejabat malah mulai meninggalkan kesederhanaan hidup dengan mengikuti gaya bak selebritis agar dianggap modern dan keren,” tutup tulisan itu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.