Koma.id– Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengaku sedih hingga menangis setelah menonton film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Megawati menyampaikan itu saat menjadi pembicara dalam forum National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia” di Universitas Gadjah Mada.
Dalam forum tersebut, Megawati menyoroti kerusakan lingkungan akibat pendekatan pembangunan yang dinilai terlalu ekstraktif, mulai dari alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit hingga pengabaian hak masyarakat adat. Ia menegaskan pembangunan nasional seharusnya tetap menjaga keberlanjutan dan menghormati hukum adat serta hak masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam.
AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa? Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?,” kata Megawati dikutip.
Megawati juga menilai Indonesia perlu memiliki arah pembangunan jangka panjang yang konsisten agar visi pembangunan bangsa tidak berubah setiap pergantian pemerintahan. Sementara itu, film dokumenter “Pesta Babi” karya Dandy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale mengangkat dampak ekspansi industri dan proyek strategis nasional terhadap masyarakat adat di Papua, termasuk di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.
Film tersebut juga menjadi polemik setelah sejumlah agenda pemutaran dan diskusi di berbagai daerah dibubarkan atau ditolak. Di Universitas Mataram, Wakil Rektor III, Sujita, melarang pemutaran film dengan alasan kontennya dianggap mendiskreditkan pemerintah.
Di sisi lain, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menilai polemik pembubaran nobar film berkaitan dengan sensitivitas isi film tersebut. Meski mengaku belum menonton langsung, Puan menyebut DPR akan meminta penjelasan dari pembuat film terkait kontroversi yang berkembang di masyarakat.







