Jakarta – Salah satu pendiri (Co-Founder) Adyatama Indonesia Digdaya (Adidaya), Ilham Nurhidayatuloh mengapresiasi komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Apresiasi diberikan atas konsistensi Polri melalui program panen raya jagung di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Ilham, keterlibatan Polri dalam pendampingan petani hingga penguatan sektor pangan menunjukkan wajah Polri yang semakin adaptif dan humanis. Ia menilai langkah tersebut juga mencerminkan keberpihakan institusi negara terhadap kepentingan masyarakat luas.
Ilham menyoroti pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kegiatan tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo disebut memberikan apresiasi kepada Kapolri atas berbagai inovasi program Polri. Di antaranya program makan bergizi gratis dan program panen raya jagung nasional.
โPujian Presiden Prabowo kepada Kapolri menunjukkan bahwa kerja-kerja Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh negara. Selain itu, masyarakat terutama petani,โ kata Ilham dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada panen raya kuartal II tahun 2026, Polri mengelola lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung. Sementara pada kuartal I tahun 2026, panen di lahan sekitar 91 ribu hektare menghasilkan lebih dari 884 ribu ton jagung.
Menurut Ilham, capaian tersebut bukan sekadar seremoni panen raya semata. Ia menilai program itu menjadi gerakan besar dalam menjaga ketahanan nasional melalui sektor pangan.
โKetika produksi pangan meningkat, petani terbantu, distribusi terjaga, dan ekonomi desa bergerak. Maka stabilitas bangsa juga ikut menguat,โ ujarnya.
Ilham juga mengapresiasi langkah Kapolri dalam membangun ekosistem ketahanan pangan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui pembangunan gudang pangan, penguatan kelompok tani, dan dukungan distribusi hasil panen.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menilai kepemimpinan Kapolri menunjukkan institusi negara mampu hadir secara adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
โApa yang dilakukan Kapolri hari ini layak menjadi contoh. Bahwa, institusi negara dapat hadir dengan kerja nyata, menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung,โ ujarnya.












