Koma.id– Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Rizieq Shihab, melontarkan kritik terhadap sosok yang ia sebut sebagai “jenderal baliho” yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan. Jabatan tersebut diketahui diemban oleh Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
Dalam sebuah tayangan video yang diunggah melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television. Rizieq mengaitkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritik untuk “kabur ke Yaman” dengan dugaan adanya pengaruh dari sosok tersebut.
Ia mempertanyakan perubahan diksi yang digunakan Presiden, yang sebelumnya hanya menyebut “pergi ke luar negeri” tanpa menyebut negara tertentu. Rizieq menilai penyebutan Yaman sebagai sesuatu yang tidak biasa dan menduga adanya pihak yang memberi masukan kepada Presiden.
“Eh ternyata ada sebabnya lagi, ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai saudara, udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi Penasihat Presiden bidang Pertahanan Nasional, dilantik lagi saudara,” ucap Rizieq.
Sementara itu, Dudung enggan mempermasalahkan pernyataan Rizieq. Ia bahkan menekankan pernyataan tersebut tidak perlu ditanggapi serius. Dudung juga menegaskan bahwa pernyataan Rizieq tidak dapat dipercaya sehingga tidak perlu menjadi perhatian.
“Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya,” ujar Dudung dikutip.
Istilah “jenderal baliho” sendiri merujuk pada peristiwa tahun 2020 saat Dudung menjabat sebagai Pangdam Jaya. Kala itu, ia memerintahkan penurunan baliho Front Pembela Islam (FPI), organisasi yang saat itu dipimpin Rizieq Shihab dan telah dibubarkan pemerintah. Aksi tersebut dilakukan bersama aparat dalam rangka penertiban atribut organisasi yang dinilai melanggar ketentuan.







