Koma.id– Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam tabung 3 kg sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Saat ini, CNG digunakan di hotel, restoran, hingga dapur program MBG, dan akan mulai diarahkan untuk kebutuhan rumah tangga dengan potensi biaya lebih murah hingga 30-40 persen.
CNG sendiri merupakan gas alam bertekanan tinggi berbahan utama metana dan etana yang dinilai lebih bersih serta aman karena disimpan dalam tabung khusus berstandar tinggi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban subsidi energi sekaligus menekan biaya hidup masyarakat.
“Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30–40 persen,” katanya saat menghadiri acara Himpunan Alumni IPB ikutip
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Pengembangan CNG juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengingat konsumsi LPG Indonesia mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6–1,7 juta ton sehingga sisanya masih bergantung pada impor.
Meski menjanjikan, implementasi CNG menghadapi tantangan seperti infrastruktur distribusi, kesiapan teknologi, dan adaptasi masyarakat. Namun pemerintah tetap mendorong program ini bersama kebijakan lain seperti diversifikasi energi, optimalisasi migas, dan pemanfaatan B50, sebagai langkah menuju kemandirian energi berbasis sumber daya domestik.







