Koma.id | Tangerang – Suasana Auditorium Prof. Dr. Muladi, S.H., Kampus Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Senin (27/04), terasa berbeda. Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima” bukan hanya diisi dengan tasyakuran, tetapi juga dengan lantunan musik penuh makna dari balik jeruji.
Zulkifli, atau yang lebih dikenal sebagai Zul Zivilia, tampil membawakan dengan beberapa lagu diantaranya berjudul “Habislah Gelap Terbitlah Terang, Nusa Kambangan Menyala”. Sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), penampilannya menjadi sorotan. Lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan pesan optimisme yang menggema di tengah semangat transformasi pemasyarakatan.
Yang membuat penampilan ini semakin istimewa, lagu tersebut merupakan karya orisinal Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98), Willy Prakarsa. Dalam wawancara usai acara, Willy mengungkapkan bahwa lagu ini diciptakan khusus sebagai bentuk dedikasi kepada jajaran Kementerian Hukum dan HAM.
“Saya ciptakan lagu Habislah Gelap Terbitlah Terang, Menyala Nusa Kambangan itu buat Bapak Menteri beserta jajaran sebagai bentuk support dan motivasi,” ujar Willy dengan penuh semangat.

Ia menambahkan, melalui karya ini dirinya berharap seluruh jajaran pemasyarakatan tetap konsisten memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Teruslah mengabdi untuk negara, terus bekerja maksimal, dan sukses selalu,” lanjutnya.
Acara HBP ke-62 ini dihadiri oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Menteri Sosial Drs. H. Saifullah Yusuf, perwakilan instansi penegak hukum, serta civitas akademika Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Penampilan Zul Zivilia menjadi momen yang menyentuh hati, seolah menegaskan bahwa kreativitas dan harapan tetap bisa tumbuh, bahkan dari balik tembok pemasyarakatan.








