Koma.id– Aksi unjuk rasa dilakukan oleh Aliansi BEM Bersuara di Pintu Belakang Gedung DPR/MPR RI atau Gerbang Pancasila, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026). Aksi yang melibatkan beberapa aliansi yakni
elemen LEKSMA Universitas Jayabaya, BEM Universitas Bina Insani, BEM Universitas Ibnu Chaldun, dan BEM Universitas Islam Jakarta.
Salah satu Koordinator lapangan, yakni M. Abdimaludin mengatakan kedatangan mereka guna mendesak pengusutan tuntas dan penangkapan aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta meminta agar perkara tersebut dilimpahkan ke peradilan umum. Massa juga menuntut audit anggaran pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN), penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), serta peningkatan kesejahteraan guru honorer.
Selain itu, dalam pernyataan sikapnya, Aliansi BEM Bersuara juga menyerukan reformasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), audit forensik anggaran oleh BPK/BPKP, pembatasan peran TNI-Polri dalam program tertentu, hingga penerapan sistem Open Data Indonesia untuk transparansi anggaran pendidikan dan gizi. Kemudian pembatasan peran TNI-POLRI hanya pada fungsi logistik di wilayah 3T dan reformasi kebijakan pendidikan nasional berbasis kesejahteraan guru dan pemerataan infrastruktur.
Massa aksi juga membentangkan spanduk serta melakukan orasi secara bergantian mereka menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk penyampaian aspirasi rakyat dan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.







