Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukumNasional

Pihak Jokowi Respons Jusuf Kalla soal Polemik Ijazah

Views
×

Pihak Jokowi Respons Jusuf Kalla soal Polemik Ijazah

Sebarkan artikel ini
Joko Widodo Jokowi

Koma.id | Jakarta – Kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, mendorong kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait ijazah Jokowi segera dilimpahkan ke pengadilan. Hal ini disampaikan Rivai menanggapi pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut polemik ijazah Jokowi sudah berlarut-larut dan meresahkan masyarakat.

“Kami tetap mendorong perkara dilimpahkan ke pengadilan agar terdapat kepastian hukum terkait keaslian ijazah Pak Jokowi,” kata Rivai, Jumat (10/04).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Rivai, proses penyidikan telah melibatkan banyak saksi, termasuk pihak Universitas Gadjah Mada (UGM), dosen, hingga rekan Jokowi. Uji laboratorium forensik juga dilakukan untuk meneliti keaslian dokumen. Ia menegaskan kepastian hukum diperlukan agar isu ijazah tidak kembali mencuat di masa mendatang.

“Jika perkara ini dihentikan, bukan tidak mungkin isu ijazah kembali diangkat beberapa tahun mendatang. Kepastian hukum juga akan memulihkan nama baik pihak-pihak yang ikut terseret seperti UGM, KPU, dan Kemendikti,” jelasnya.

Rivai menambahkan, Jokowi siap memberikan keterangan langsung di persidangan dan memperlihatkan ijazah asli mulai dari tingkat SD hingga S1.

Sebelumnya, JK menyebut polemik ijazah Jokowi telah berlangsung selama dua hingga tiga tahun dan menimbulkan keresahan. Ia menilai perdebatan berkepanjangan itu merugikan banyak pihak, termasuk Jokowi, serta memicu perpecahan di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menegaskan ijazah merupakan dokumen pribadi dan menantang pihak yang menuduh untuk membuktikan tudingan mereka.

“Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi menyatakan siap menunjukkan ijazah asli di pengadilan jika diminta hakim. “Kalau diminta hakim untuk menunjukkan ijazah asli, ya akan saya tunjukkan. Baik SD, SMP, SMA, S1, semuanya,” ujarnya.

Dengan demikian, baik pihak Jokowi maupun JK sama-sama menekankan perlunya kepastian hukum agar polemik ijazah tidak terus berlarut dan mengganggu ruang publik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.