Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomi

Citilink Sesuaikan Tarif Tiket Imbas Kenaikan Harga Avtur

Views
×

Citilink Sesuaikan Tarif Tiket Imbas Kenaikan Harga Avtur

Sebarkan artikel ini
Citilink Sesuaikan Tarif Tiket Imbas Kenaikan Harga Avtur
Fotografer : Sadewa Sampurno Hadi

Koma.id | Jakarta – Maskapai Citilink Indonesia akan melakukan penyesuaian tarif tiket pesawat menyusul lonjakan harga avtur yang terjadi sejak awal April 2026. Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menegaskan kebijakan ini ditempuh untuk menjaga keberlangsungan operasional penerbangan sekaligus tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat dan ketentuan regulator.

“Citilink akan melakukan penyesuaian harga tiket dengan pendekatan terukur, mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator,” ujar Darsito dalam keterangan resmi, Kamis (09/04).

Silakan gulirkan ke bawah

Sebagai langkah mitigasi, Citilink juga menyesuaikan sejumlah jadwal dan frekuensi penerbangan agar operasional tetap berjalan efektif dan efisien. Evaluasi atas penyesuaian tarif maupun operasional akan dilakukan secara berkala seiring dengan dinamika harga avtur.

Kementerian Perhubungan sebelumnya telah memberikan izin kepada maskapai untuk menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) hingga 38 persen pada angkutan udara niaga domestik. Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen untuk tiket kelas ekonomi domestik, serta pembebasan bea masuk suku cadang pesawat guna menekan biaya operasional.

Harga avtur di Indonesia per awal April 2026 tercatat sekitar Rp 23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta, lebih rendah dibanding Thailand yang mencapai Rp 29.518 per liter dan Filipina Rp 25.326 per liter.

Darsito menegaskan Citilink tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

“Ke depan, Citilink akan terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan berjalan baik serta konektivitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.