Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

RI Koordinasi Intensif Jaga Pelintasan Kapal di Selat Hormuz

Views
×

RI Koordinasi Intensif Jaga Pelintasan Kapal di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Selat Hormuz 1774515281351 169

Koma.id Pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan keamanan pelintasan kapal nasional di kawasan Teluk Persia, khususnya saat melintasi Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan awak kapal sekaligus menjamin kelancaran distribusi energi nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan.

“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, dikutip.

Silakan gulirkan ke bawah

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri melalui juru bicaranya, Vahd Nabyl A Mulachela, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan otoritas Iran telah dilakukan sejak awal melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran. Hasilnya, pemerintah Indonesia telah menerima respons positif yang kini tengah ditindaklanjuti dalam aspek teknis dan operasional.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan administratif bagi dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah serta menegaskan komitmen terhadap keselamatan awak kapal dan keamanan muatan.

Untuk menjaga ketahanan energi nasional, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis berupa diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan BBM dari luar kawasan Timur Tengah.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia guna memperluas sumber impor energi demi menjamin keberlanjutan pasokan dalam negeri.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.