Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Investigasi Tempo Ungkap Dugaan Rumah di Melawai sebagai Pos Koordinasi “Satgas S”

Views
×

Investigasi Tempo Ungkap Dugaan Rumah di Melawai sebagai Pos Koordinasi “Satgas S”

Sebarkan artikel ini
Img 20260329 Wa0007
Foto ilustrasi rumah pos koordinasi "Satgas S". (Foto Ilustrasi dibuat dengan bantuan AI / Koma.id)

Koma.id – Sejumlah temuan baru mengemuka dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Sorotan utama mengarah pada temuan investigasi Tempo yang mengungkap dugaan keberadaan satuan tugas bernama “Satgas S” di kawasan Melawai.

Berdasarkan dokumen yang ditelusuri, sebuah rumah di lokasi tersebut diduga terkait dengan Badan Intelijen Strategis (Bais) dan berfungsi sebagai pos koordinasi.

Silakan gulirkan ke bawah

Keberadaan rumah tersebut dinilai krusial karena diduga menjadi titik awal aktivitas sebelum serangan terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan Melawai menjadi salah satu pusat koordinasi awal para pelaku, tempat berlangsungnya komunikasi dan pengaturan sebelum aksi penyiraman dilakukan terhadap Andrie Yunus.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan aksi spontan, melainkan bagian dari operasi yang lebih luas dan terorganisir.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil tersebut, ditemukan indikasi adanya pergerakan terstruktur sebelum insiden berlangsung.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengungkap dugaan keterlibatan lebih dari 10 pelaku. Ia menyoroti adanya pembagian peran yang menunjukkan perencanaan matang.

“Siapa yang membeli air keras, siapa yang menyiapkan, dan siapa yang mengondisikan jalan. Beberapa menit sebelum peristiwa, jalan terlihat kosong, seolah sudah diatur. Kalau dihitung, tidak mungkin pelaku di bawah 10 orang,” ujar Isnur, dalam program diskusi Bocor Alus, Tempo, Sabtu (28/3/2026).

Ia juga menyebut adanya dugaan awal bahwa serangan sempat direncanakan terjadi di depan kantor YLBHI sebelum akhirnya terjadi di lokasi lain.

Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait empat orang yang telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia. Hingga kini, identitas lengkap para terduga pelaku belum dipublikasikan, sehingga belum dapat dipastikan apakah mereka merupakan pihak yang sama dengan yang terekam dalam CCTV maupun hasil penelusuran lapangan.

Dengan adanya temuan terkait dugaan pos koordinasi di Melawai, serta indikasi keterlibatan banyak pihak, kasus ini semakin mengarah pada dugaan adanya jaringan yang terorganisir dalam peristiwa penyiraman terhadap Andrie Yunus.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.