Koma.id– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas BEM Jakarta Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Pintu Delta 1 Mabes TNI, Jalan Pintu 2 Mabes TNI AL, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2026) sore. Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.50 hingga 16.55 WIB tersebut dipimpin oleh Rizki Baihaki, mahasiswa Universitas Indonesia Mandiri, dan diikuti oleh sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.
Dalam aksinya, massa menyuarakan tuntutan terkait penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Mereka mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku lapangan. Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi proses hukum serta meminta agar kasus tersebut diadili melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.
“Reformasi TNI secepatnya. Tolak remiliterisme ancaman nyata kebebasan sipil,” tandasnya.
Dalam pernyataannya, massa juga mempertanyakan kewenangan TNI dalam melakukan penangkapan terhadap empat pelaku penyerangan tersebut. Mereka menduga adanya potensi pengaburan terhadap aktor intelektual di balik kasus tersebut. Aksi tersebut sekaligus menyoroti kekhawatiran terhadap ancaman terhadap kebebasan sipil dan demokrasi, serta menyerukan penghentian kriminalisasi terhadap aktivis.
Selain menuntut pengusutan kasus secara menyeluruh, massa juga mendesak adanya proses hukum terhadap Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Aksi ini diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Nusa Mandiri, Universitas Islam Negeri, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Islam As-Syafiiyah, STIEAMI, dan Universitas Ibnu Khaldun, berlangsung tertib.







