Koma.id– Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Langkah itu penting sebagai upaya memastikan pengungkapan kasus berjalan objektif dan menyeluruh, baik terhadap pelaku lapangan maupun aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
“Mendesak untuk segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) oleh Presiden untuk mengungkap dan menghasilkan fakta yang objektif dan menyeluruh mengenai aktor lapangan dan aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus,” ujarnya.
Ia juga menyebut Tentara Nasional Indonesia diduga telah menyabotase dan menginterupsi proses yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui pernyataan publik dalam konferensi pers. Perbedaan tersebut, menurutnya, berpotensi mengaburkan upaya pengungkapan fakta secara utuh.
Sementara itu Ketua Perhimpunan Pergerakan 98 Sahat Simatupang juga mendesak Presiden membentuk TGPF yang diisi oleh unsur independen agar proses investigasi berjalan transparan dan akuntabel. Baginya keberadaan tim independen akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum serta mencegah munculnya spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
“Karena itu, kami tetap mendesak Presiden membentuk TGPF,” tegasnya.







