Koma.id– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara tegas, termasuk dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis senior dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Ia menyoroti adanya praktik yang disebut sebagai “deep state” di dalam birokrasi dan institusi negara, yang dinilai menghambat upaya reformasi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian aparat bertindak di luar kendali dan sulit diawasi.
“Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita menegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini. Memang aparat kita banyak kekurangannya. Kita menemukan deep state,” ujar Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, terdapat sejumlah pejabat tinggi, termasuk direktur jenderal, yang dinilai merasa kebal hukum dan bahkan berani melawan kebijakan menteri. Pemerintah, kata dia, telah mulai mengambil langkah tegas untuk menertibkan situasi tersebut, termasuk melalui pencopotan jabatan terhadap pihak-pihak yang dianggap bermasalah.
Selain itu, ia juga menyoroti sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu titik kebocoran terbesar yang tengah dibenahi. Presiden memastikan proses pembersihan di tubuh BUMN sedang berjalan sebagai bagian dari agenda reformasi pemerintahan yang lebih luas.
Menanggapi kritik publik, Prabowo membantah pemerintah bersikap represif terhadap masyarakat, termasuk kelompok kritis. Ia menilai dukungan masyarakat terhadap pemerintah masih kuat, meski diakui terdapat dinamika global seperti disinformasi dan upaya destabilisasi yang kerap memengaruhi situasi dalam negeri.
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menjaga negara dari praktik yang merugikan rakyat. Ia menegaskan bahwa dirinya bertekad melindungi kepentingan rakyat dan tidak akan membiarkan negara jatuh ke tangan pihak-pihak yang merusak.
“Saya sumpah untuk membela rakyat saya. Saya tidak rela negara ini jatuh ke tangan maling-maling, bandit-bandit,” pungkasnya.







