Koma.id– Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengungkapkan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andrie Yunus diduga berjumlah empat orang dan bergerak secara terorganisir dengan mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
“Memang memiliki ketenangan dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain menjelang kejadian,” kata Iman dikutip.
Ia menjelaskan korban dibuntuti sejak dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia hingga ke SPBU Cikini Raya sebelum akhirnya diserang di kawasan Salemba.
Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku kemudian melarikan diri ke arah berbeda, dengan jejak pelarian mengarah ke sejumlah wilayah seperti Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.
“Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” ungkapnya.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Sementara itu Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyebut di beberapa sisi, masih pakai pola-pola yang lama walau aktor-aktornya sebagian baru. Sementara Alghiffari Aqsa dari Tim Advokasi untuk Demokrasi menyampaikan penyerangan terhadap Andrie ini merupakan operasi percobaan pembunuhan yang terorganisir.







