Koma.id– Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB Formula) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) yang disebut sebagai Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. PB Formula menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut merupakan kesalahan fatal atau blunder diplomatik yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.
Desakan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis PB Formula yang ditandatangani Ketua Umum Dedi Hermanto dan Sekretaris Jenderal Nandang Sektiyo. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menilai terdapat sejumlah risiko dari keterlibatan Indonesia di BoP, di antaranya potensi pelanggaran terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif, melemahkan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina, kemungkinan dimanfaatkan oleh Israel, serta adanya kewajiban setoran dana yang dianggap memberatkan.
Dedi Hermanto menyebut setidaknya terdapat lima poin yang menjadi alasan mengapa keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut dinilai sebagai langkah yang keliru. Ia menilai kebijakan itu berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Sikap serupa juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua MUI KH Dr. Marsudi Syuhud menyatakan pihaknya mendukung jika Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menarik Indonesia dari keanggotaan Dewan Perdamaian tersebut apabila dinilai tidak membawa manfaat atau tidak sejalan dengan kepentingan bangsa.
Menurut Marsudi, kebijakan luar negeri Indonesia harus tetap berlandaskan kepentingan nasional serta konsisten dengan prinsip politik bebas aktif yang selama ini menjadi pedoman diplomasi Indonesia di kancah global.







