Koma.id– Tiga warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang setelah kapal tug boat Musaffah 2 tenggelam di perairan Selat Hormuz, wilayah antara Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman. Salah satu korban yang masih dalam pencarian adalah Miswar Paturusi, kapten kapal yang berasal dari Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Keluarga korban menerima kabar mengenai insiden tersebut dari rekan kerja Miswar pada Jumat (6/3) sekitar pukul 10.00 WITA. Komunikasi terakhir Miswar dengan istrinya terjadi pada Rabu (4/3), saat ia menyampaikan akan melakukan perjalanan menuju lokasi kerja.
Sehari kemudian, korban sempat membaca pesan dari anaknya melalui aplikasi percakapan pada Kamis (5/3), namun tidak sempat membalas sebelum akhirnya hilang kontak.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut kapal berbendera PEA itu mengalami ledakan hebat sekitar pukul 02.00 waktu setempat sebelum terbakar dan tenggelam, meski penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
“Pada tanggal 6 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa tug boat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab,” kata Heni.
Kapal Musaffah 2 diketahui diawaki tujuh kru dari Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah tersebut, empat awak kapal dilaporkan selamat, termasuk satu WNI yang mengalami luka bakar dan kini dirawat di rumah sakit di Kota Khasab, Oman, sementara tiga WNI lainnya masih dalam proses pencarian.
Pemerintah melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta perusahaan operator kapal, Safeen Prestige, untuk mempercepat proses pencarian korban sekaligus memastikan penanganan awak kapal yang selamat serta memberikan informasi perkembangan kepada keluarga korban di Indonesia.







