Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Habib Rizieq & Habib Bahar Sentil Pandji soal Materi “Mens Rea”: Kritik Pemerintah Silakan, Salat Jangan Dijadikan Candaan!

Views
×

Habib Rizieq & Habib Bahar Sentil Pandji soal Materi “Mens Rea”: Kritik Pemerintah Silakan, Salat Jangan Dijadikan Candaan!

Sebarkan artikel ini
Habib Rizieq & Habib Bahar Sentil Pandji soal Materi “Mens Rea”: Kritik Pemerintah Silakan, Salat Jangan Dijadikan Candaan!

Koma.id, Jakarta — Ulama Habib Rizieq Shihab menanggapi polemik materi stand-up comedy Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. Habib Rizieq menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan kritik terhadap pemerintah yang disampaikan melalui komedi. Namun, ia secara tegas mempersoalkan materi yang dinilai menghina syariat Islam, khususnya terkait salat.

Menurut Habib Rizieq, kritik terhadap kekuasaan adalah hal yang wajar dan sah dalam ruang publik. Akan tetapi, ketika candaan menyentuh ranah ibadah, terutama salat yang merupakan perintah agama, maka hal tersebut dinilai telah melampaui batas. Ia pun menyerukan kepada umat Islam agar tidak takut menyampaikan kebenaran dan berani melawan setiap bentuk penistaan agama, meskipun dilakukan oleh figur publik atau orang yang memiliki pengaruh.

Silakan gulirkan ke bawah

Sikap senada disampaikan Habib Bahar bin Smith. Ia meminta Pandji untuk tidak menjadikan salat sebagai bahan candaan dalam pertunjukan komedinya. Menurut Bahar, seseorang yang tidak memiliki pemahaman mendalam tentang agama sebaiknya tidak berbicara banyak mengenai hal-hal yang bersifat sakral.

Habib Bahar menegaskan, dirinya tidak anti terhadap komedi atau kritik sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa salat adalah perintah mulia dari Allah SWT yang wajib dimuliakan dan diagungkan oleh umat Islam. Karena itu, candaan yang menyeret-nyeret ibadah dinilai berpotensi melukai perasaan umat.

Lebih jauh, Habib Bahar menilai dugaan penistaan agama semacam ini tidak boleh dibiarkan. Jika dianggap wajar dan terus dibiarkan, menurutnya, akan muncul lebih banyak pihak lain yang ikut-ikutan menistakan ajaran Islam di ruang publik.

Polemik materi Mens Rea ini pun memantik kembali perdebatan luas tentang batas kebebasan berekspresi, kritik sosial, dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama di Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.