Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalRagam

Gus Ipul Hadiri Bimtek Sekolah Rakyat se-Jawa Timur, Ajak Berikrar Bekerja Sepenuh Hati

Views
×

Gus Ipul Hadiri Bimtek Sekolah Rakyat se-Jawa Timur, Ajak Berikrar Bekerja Sepenuh Hati

Sebarkan artikel ini
Gus Ipul Hadiri Bimtek Sekolah Rakyat se-Jawa Timur, Ajak Berikrar Bekerja Sepenuh Hati

Koma.id | Surabaya – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Jumat (16/01).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengajak para wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat untuk berikrar bekerja dengan sepenuh hati dalam mengasuh dan membimbing siswa.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya, Wali Asrama dan Wali Asuh Sekolah Rakyat seluruh Jawa Timur, siap bekerja dengan baik sesuai pedoman yang telah ditentukan, siap bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati untuk mengasuh dan membimbing siswa-siswa Sekolah Rakyat agar menjadi agen perubahan dan sungguh-sungguh mampu memutus mata rantai kemiskinan,” ucap Gus Ipul yang diikuti serentak oleh seluruh peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 Kepala Sekolah Rakyat, 91 Wali Asrama, dan 86 Wali Asuh dari berbagai wilayah Jawa Timur. Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan instrumen negara untuk pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi dengan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial.

“Sekolah Rakyat ini dirancang khusus. Anak-anak yang hadir di sini adalah the invisible people, yang penderitaannya tidak terlihat. Asa atau harapan adalah harta terakhir mereka, dan tugas kita adalah menjaga serta menguatkan asa mereka,” ujarnya.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. Muhammad Nuh menekankan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kesetiaan para pendidik.

“Yang paling mahal dalam mengurusi Sekolah Rakyat ini adalah kesetiaan. Kesetiaan yang melampaui tugas dan tanggung jawab formal,” katanya.

Ia menambahkan, setiap anak Sekolah Rakyat memiliki keunikan yang harus ditemukan dan diasah melalui pendidikan berbasis karakter dan kecakapan hidup, diperkuat dengan sistem berasrama.

Acara turut dimeriahkan penampilan siswa Sekolah Rakyat se-Jawa Timur yang menunjukkan bakat mereka, mulai dari menyanyi, membaca puisi, hingga pidato dalam berbagai bahasa. Penampilan tersebut disaksikan dengan penuh kekaguman oleh Gus Ipul, Prof. Nuh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, serta seluruh peserta.

Khofifah memberikan apresiasi langsung atas keberanian dan prestasi siswa, menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat. Hingga kini, tercatat 166 Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di berbagai wilayah Indonesia, dengan Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak yakni 26 sekolah.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.