Koma.id– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku belum mendapat kabar terbaru soal rencana pembentukan Komite Tim Reformasi Polri, meski sebelumnya menyatakan kesediaannya bergabung. Ia menilai pembentukan tim ini tidak mudah karena menyangkut arah kebijakan dan komposisi yang sensitif secara politik dan kelembagaan.
“Waktu itu saya diminta, saya jawab ‘oke’, saya siap bantu untuk reformasi Polri. Tapi setelah itu, saya tidak tahu lagi bagaimana kelanjutannya,” katanya, dikutip.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan menilai Reformasi Kepolisian perlu berjalan beriringan dengan pembenahan lembaga penegak hukum dan pertahanan lainnya.
“Reformasi kepolisian, oke. Tapi reformasi kelembagaan negara yang lain juga penting dilakukan,” tuturnya.
Adapun Presiden Prabowo Subianto hingga kini belum mengumumkan Tim Reformasi Polri. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut tim ini akan beranggotakan sembilan orang dan bekerja selama enam bulan, melibatkan tokoh-tokoh nasional seperti Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie.
TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi MBG
Namun hingga melewati tenggat 12 Oktober 2025 yang dijanjikan pemerintah, pembentukan dan pelantikan tim tersebut tak kunjung terlaksana.







