Koma.id | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 28 Oktober 2025. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas sirkulasi siklonik dan daerah pertemuan angin atau konfluensi yang masih aktif di kawasan regional.
Prakirawan BMKG Rira A Damanik menjelaskan, sirkulasi siklonik terpantau berada di Laut Cina Selatan, Perairan Selatan Kalimantan Tengah, dan Samudera Pasifik Utara Papua Barat Daya. Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin dan pertemuan massa udara yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
“Daerah konvergensi terbentuk memanjang dari Laut Natuna Utara hingga Laut Cina Selatan, Laut Jawa hingga Kalimantan Barat, serta dari Maluku Utara hingga Samudera Pasifik Utara Papua Barat Daya. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut.” kata Rira dalam keterangan resmi, Selasa (28/10).
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
BMKG juga mencatat wilayah konfluensi di sejumlah perairan, antara lain Perairan Utara Aceh, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut Jawa, Selat Karimata, dan Samudera Pasifik Utara Papua. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut diperkirakan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:
• Sumatra Selatan
• DKI Jakarta
• Jawa Tengah
• Jawa Timur
• Sulawesi Selatan
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi. Aktivitas luar ruangan disarankan dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca terkini melalui kanal informasi resmi BMKG.








