Koma.id– Peneliti Center for Indonesia Election (CIE), Muhammad Chaerul, menilai isu tentang peleburan Polri menjadi Kementerian Keamanan RI yang tengah menggelinding dalam beberapa waktu terkahir merupakan pandangan sesat. Sebab, wacana itu justru berpotensi mengantarkan bangsa pada gerbang malapetaka nasional, karena akan menciptakan kekosongan penegakan hukum yang sangat berbahaya bagi stabilitas negara.
“Kalau tidak ada polisi, jangan heran kalau orang akan berubah jadi bringas. Jalanan bisa jadi arena kekacauan, hukum rimba yang berlaku,” ujar Chaerul, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, isu peleburan Polri bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi. Sebab, Polri bukan lembaga yang lahir dari ruang kosong, melainkan hasil dari perjuangan panjang pasca-reformasi 1998 yang memisahkan Polri dari militer agar lebih fokus pada penegakan hukum dan pelayanan publik.
Chaerul juga menilai Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menunjukkan arah kebijakan yang mengindikasikan pembubaran Polri. Justru sebaliknya, kepala negara saat ini tengah memperkuat institusi tersebut melalui pembentukan Komite Reformasi Polri.
“Kalau ada yang menggiring isu pembubaran Polri, maka itu sama saja dengan menghianati proses demokrasi yang sudah kita bangun dengan susah payah,” kata Chaerul.
Ia menambahkan, langkah paling realistis dan konstruktif saat ini bukanlah membubarkan Polri, melainkan memperkuat instrumen pengawasan dan akuntabilitas internal, agar Polri semakin transparan dan profesional di mata publik.
“Yang kita butuhkan bukan Polri baru, tapi Polri yang diperbaiki bukan dibubarkan,” tutupnya.







