Koma.id– Polemik ijazah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali memicu perdebatan publik dan tarik-menarik kepentingan politik. Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai isu tersebut berpotensi melemahkan citra Gibran sekaligus mengurangi pengaruh politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Polemik ini bisa jadi keuntungan bagi Prabowo. Jika citra Gibran menurun, maka pengaruh Jokowi maupun anaknya otomatis ikut berkurang dalam pemerintahan,” ujar Efriza.
Sementara itu, dari kubu politik, Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, meminta agar polemik ijazah Gibran segera diakhiri. Ia menegaskan, pihak Management Development Institute of Singapore (MDIS), tempat Gibran menempuh pendidikan, sudah memberikan klarifikasi resmi.
Andy menduga isu tersebut sengaja dihembuskan untuk menciptakan kegaduhan politik.







