Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Negara Beri Bantuan Rp5,1 Miliar untuk Masjid dalam Program BBM MADADA

Views
×

Negara Beri Bantuan Rp5,1 Miliar untuk Masjid dalam Program BBM MADADA

Sebarkan artikel ini
Tumpukan Uang
Tumpukan uang pecahan Rp100.000 an.

KOMA.ID, JAKARTA – Sebanyak 34 masjid di tiga provinsi menerima stimulus bantuan dana Rp5,1 miliar, di mana masing-masing mendapatkan alokasi anggaran senilai Rp150 juta melalui skema Baznas Microfinance Masjid (BMM) – Masjid Berdaya Berdampak (MADADA).

Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut disalurkan kepada 34 masjid, antara lain ; 17 masjid di Jawa Tengah, 11 masjid di Jawa Timur, dan 6 masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Silakan gulirkan ke bawah

“Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyinergikan dua program strategis, yaitu MADADA dan BMM,” kata Arsad dalam kegterangan persnya, Minggu (28/9/2025).

Arsad menyampaikan pula, bahwa olaborasi ini bertujuan memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. Bahkan ia juga menekankan jika stimulus dana Rp150 juta tersebut bukan sekadar bantuan sekali jalan, melainkan modal awal agar masjid dapat mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi jemaah dan lingkungan sekitar.

“Dana ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya program-program kreatif di tingkat masjid, seperti koperasi syariah, pelatihan keterampilan, maupun unit usaha kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arsad juga menyebut, bahwa pemanfaatan dana akan dipantau melalui mekanisme pendampingan berjenjang yang melibatkan Kemenag dan Baznas agar tepat sasaran. Dengan demikian, masjid penerima bantuan bisa menunjukkan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di tempat lain.

Arsad menjelaskan, masjid yang berdaya adalah masjid yang memiliki sumber daya untuk bertindak, sedangkan masjid yang berdampak adalah yang mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan sosial sekitarnya. Untuk itu, ia mendorong agar para takmir dapat mentransformasikan fungsi-fungsi masjid menjadi multifungsi.

“Transformasi ini penting agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi umat,” jelasnya. “Kami berharap, MADADA ini menjadi tonggak lahirnya masjid-masjid percontohan yang berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia,” sambung Arsad.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi II Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Muhammad Imdadun Rahmat, mengatakan, jika memakmurkan masjid merupakan tanggung jawab setiap muslim. Namun, beragam persoalan umat sering kali membuat upaya memakmurkan masjid kurang optimal, termasuk masalah ekonomi, mulai dari pekerjaan hingga pengembangan usaha.

Di sisi lain, kata Imdadun, terdapat ragam fungsi masjid yang perlu dioptimalkan sehingga kehadirannya menjadi bagian dari solusi keumatan. “Menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan adalah bagian dari dakwah bil hal dalam gerakan ekonomi syariah untuk menyejahterakan umat,” ungkapnya.

Imdadun menjelaskan, BMM didesain pada 2022 sebagai program khusus Ramadan 1443 H dengan melibatkan 17 masjid di Jabodetabek. Seiring antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, BMM kemudian menjadi program reguler.

Sejak diinisiasi hingga Mei 2025, BAZNAS telah mengembangkan 158 unit BMM yang tersebar di seluruh Indonesia. Arah pengembangan program ini adalah terbentuknya koperasi syariah berbasis masjid sebagai simpul pengembangan potensi sosial dan ekonomi umat.

“Melalui kolaborasi BMM–MADADA, Kemenag dan BAZNAS berharap masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” tandasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.